SPBU PUT Curup Lumpuh! Antrean BBM Semrawut “Menjajah” Jalanan, Pengendara Murka

REJANG LEBONG – Kemacetan horor melumpuhkan akses jalan di sekitar SPBU PUT Curup, Selasa (23/6/2026). Bukannya tertib, antrean kendaraan pengisi BBM justru berubah menjadi “penjajah” jalanan yang memicu kekacauan lalu lintas luar biasa.

Sejak pagi buta, puluhan kendaraan roda empat berpesta pora memadati area SPBU tanpa aturan. Ironisnya, antrean tersebut meluber hingga ke badan jalan raya, memakan akses publik, dan mencekik arus lalu lintas dari dua arah sekaligus.

Pantauan di lokasi membuktikan bahwa tata kelola antrean di SPBU ini benar-benar amburadul. Kendaraan parkir sesuka hati, mengambil jatah jalan orang lain, dan memaksa pengendara lain untuk mengalah serta bergantian melintas. Kondisi ini bukan lagi sekadar macet, melainkan bentuk pengabaian hak pengguna jalan yang membahayakan keselamatan nyawa.
Dika, salah satu pengendara yang terjebak, meluapkan kemarahannya atas ketidakbecusan pengaturan antrean di lokasi tersebut.

“Ini sudah keterlaluan! Hampir setiap hari saya dipaksa melambat dan bertaruh nyawa karena antrean mobil yang merampas badan jalan. Kalau pihak SPBU punya nyali dan niat untuk mengatur, kekacauan ini tidak perlu terjadi. Kami pengguna jalan bukan pesakitan yang harus mengalah demi antrean mereka,” tegas Dika dengan nada geram.

Keluhan serupa datang dari berbagai pengendara lain yang merasa dirugikan waktu dan kenyamanannya. Antrean “liar” ini tidak hanya menciptakan hambatan, tetapi juga menjadi jebakan maut bagi pengendara sepeda motor yang terpaksa bermanuver di celah-celah sempit demi meloloskan diri dari kemacetan.

Publik menuntut tindakan tegas. Pihak pengelola SPBU dan instansi terkait tidak boleh lagi berpangku tangan melihat kesemrawutan ini. Jika terus dibiarkan, ini adalah bukti nyata ketidakmampuan pengelola dalam menjaga ketertiban, yang justru mengorbankan hak serta keselamatan masyarakat luas di jalan raya.
Sejauh mana efektivitas tindakan dari instansi terkait setelah insiden kemacetan parah ini terjadi?

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *