Rejang Lebong – Publikpost.com – Kelalaian fatal dalam menerapkan prosedur keselamatan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Simpang Nangka nyaris berbuah petaka besar. Sebuah sepeda motor Suzuki Thunder dengan tangki modifikasi berkapasitas besar yang tengah melakukan aktivitas pengunjalan BBM jenis Pertalite hangus terbakar tepat di area SPBU.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (16/6/2026) dan sontak membuat warga serta pengendara lain yang sedang mengantre panik berhamburan. Api sempat membesar dengan cepat karena besarnya volume bahan bakar di dalam tangki rakitan tersebut. Beruntung, kobaran api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke mesin pompa BBM dan fasilitas vital lainnya. Diketahui, motor tersebut dikendarai oleh seorang pengunjal berinisial F.
Kejadian ini dinilai bukan kecelakaan biasa, melainkan buah dari pembiaran kronis dan lemahnya pengawasan dari manajemen SPBU Simpang Nangka.
Ada beberapa unsur kesalahan dan kelalaian yang harus dipertanggungjawabkan oleh pihak SPBU, yakni pembiaran kendaraan modifikasi nonstandar. Pihak SPBU tetap melayani pengisian BBM ke kendaraan dengan tangki yang telah dimodifikasi atau bertangki besar. Hal ini dinilai bertentangan dengan aturan keselamatan pengisian BBM.
Selain itu, terdapat pengabaian aspek keselamatan karena aktivitas pengunjalan dengan kendaraan rakitan sangat rentan terhadap korsleting atau percikan api. Dengan tetap melayani pengisian tersebut di area padat antrean, SPBU dinilai telah mempertaruhkan keselamatan masyarakat.
Lemahnya pengawasan terhadap kebijakan pengisian berulang juga menjadi sorotan. Petugas nosel dan pengawas lapangan terkesan menutup mata terhadap aktivitas pelangsiran atau pengunjalan yang dilakukan secara berulang oleh armada yang sama.
Masyarakat mendesak Depot Pertamina Pulau Baai Bengkulu agar segera mengambil tindakan tegas. Warga berharap Pertamina tidak hanya memberikan teguran formal, melainkan menjatuhkan sanksi berat berupa skorsing operasional atau penghentian pasokan BBM kepada SPBU Simpang Nangka sebagai efek jera.
Fasilitas pengisian bahan bakar umum seharusnya menjadi tempat yang aman bagi publik, bukan justru menjadi area berbahaya akibat kelalaian manajemen dalam menyaring kendaraan yang tidak layak dan tidak aman.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media telah berupaya mengonfirmasi pihak SPBU Simpang Nangka terkait insiden kebakaran tersebut. Namun, belum ada jawaban maupun keterangan resmi yang diberikan. Media Publikpost.com membuka ruang seluas-luasnya kepada pihak SPBU Simpang Nangka untuk menggunakan hak jawab dan hak klarifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.
(Tim)






