Rejang Lebong – Publikpost.com – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan di berbagai daerah, Yayasan Karunia Insani justru menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya kemanusiaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan sukses menyelenggarakan Skill Training Workshop Treatnet Vol.B Motivational Interviewing and Cognitive behaviour Theraphy Kegiatan yang bekerja sama dengan Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI) dan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) tersebut resmi ditutup dan dihadiri oleh Kepala BNN Kota Prabumulih, AKBP Pauzia, S.P., M.Si.

Workshop yang berlangsung selama beberapa hari tersebut diikuti oleh konselor adiksi dan praktisi rehabilitasi dari berbagai daerah. Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pendekatan Motivational Interviewing dan Brief Intervention, metode yang dinilai efektif dalam membantu proses pemulihan penyintas penyalahgunaan narkotika.
Suasana penutupan berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Para peserta mengaku memperoleh banyak pengalaman baru, baik dari materi yang disampaikan para pemateri maupun dari diskusi dan praktik yang dilakukan selama pelatihan berlangsung. Kegiatan ini juga menjadi wadah memperkuat jejaring dan kolaborasi antarpraktisi rehabilitasi dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Kepala BNN Kota Prabumulih AKBP Pauzia, S.P., M.Si. menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Karunia Insani yang tetap mampu menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tengah kondisi efisiensi anggaran yang tengah diterapkan di berbagai daerah.
“Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh Yayasan Karunia Insani ini sungguh luar biasa. Di tengah kondisi efisiensi anggaran yang saat ini diterapkan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Rejang Lebong, Yayasan Karunia Insani tetap mampu menghadirkan pelatihan yang berkualitas demi kepentingan kemanusiaan. Ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung peningkatan kompetensi para konselor serta penguatan layanan rehabilitasi bagi masyarakat,” ujar AKBP Pauzia.

Apresiasi serupa juga disampaikan oleh salah satu pemateri workshop, Narendra Narotama, S.T., M.E. Menurutnya, kegiatan yang digelar Yayasan Karunia Insani menjadi sesuatu yang istimewa karena biasanya pelatihan serupa diselenggarakan oleh instansi pemerintah.
“Kegiatan ini sangat luar biasa dan sangat menarik. Biasanya kami diundang sebagai pemateri oleh pemerintah daerah atau instansi pemerintah. Namun kali ini yang menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan adalah Yayasan Karunia Insani. Ini menunjukkan bahwa Yayasan Karunia Insani benar-benar memiliki komitmen yang kuat dalam meningkatkan kompetensi para konselor dalam menangani rehabilitasi narkoba,” kata Narendra.
Ia menegaskan bahwa narkoba merupakan musuh bersama yang menjadi ancaman dunia, sehingga dibutuhkan konselor-konselor yang memiliki kompetensi dan kemampuan yang terus diperbarui agar mampu memberikan layanan rehabilitasi yang optimal.
“Narkoba adalah musuh dunia yang dampaknya sangat luas terhadap kehidupan masyarakat dan masa depan generasi bangsa. Karena itu, peningkatan kemampuan para konselor menjadi sangat penting. Apa yang dilakukan Yayasan Karunia Insani melalui pelatihan ini merupakan kontribusi nyata dalam memperkuat layanan rehabilitasi dan membantu para penyintas untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Karunia Insani, Afriyansyah, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan workshop yang mendapat respons positif dari para peserta dan pemateri nasional. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam mendukung peningkatan kualitas layanan rehabilitasi narkoba di Indonesia.
“Kami percaya bahwa keberhasilan rehabilitasi tidak hanya ditentukan oleh program yang baik, tetapi juga oleh kualitas para konselor yang mendampingi proses pemulihan. Karena itu, Yayasan Karunia Insani akan terus berupaya menghadirkan pelatihan dan pengembangan kompetensi bagi para konselor agar mampu memberikan layanan yang profesional, humanis, dan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan,” ujar Afriyansyah.
Penutupan kegiatan ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan. Momen tersebut menjadi simbol keberhasilan pelaksanaan workshop sekaligus harapan agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata dalam pelayanan rehabilitasi di berbagai daerah.
Melalui Workshop Treatnet Vol.B ini, Yayasan Karunia Insani kembali membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukan menjadi penghalang untuk terus berbuat bagi kemanusiaan. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap masa depan generasi bangsa, yayasan terus mengambil peran aktif dalam memperkuat kapasitas para konselor sebagai garda terdepan dalam upaya rehabilitasi dan pemulihan penyintas penyalahgunaan narkotika.(nz)






