Kenalkan Budaya Sejak Dini, Siswa Madrasah Kunjungi Sekretariat Pencak Silat Rejang Pat Petulai

Rejang Lebong – Publikpost.com – Puluhan siswa-siswi dari Madrasah Yayasan Masjid Agung Baitul Makmur Curup melakukan kunjungan edukatif ke Sekretariat Pencak Silat Rejang Pat Petulai. Kegiatan ini didampingi langsung oleh Kepala Sekolah Karidatul Aini, S.Pd., Gr., bersama para guru kelas, di antaranya Asriyandi, S.Pd.I, sebagai bagian dari upaya mengenalkan kekayaan seni dan budaya asli suku Rejang kepada generasi muda sejak dini.

Dalam kunjungan tersebut, para siswa diperkenalkan dengan berbagai peralatan musik tradisional yang biasa digunakan dalam tarian adat, khususnya Tari Kejei. Beberapa alat musik yang dikenalkan di antaranya Gung, Kelitang, Dab, dan Krilu. Selain itu, siswa juga diperlihatkan berbagai perlengkapan serta senjata dalam seni bela diri tradisional pencak silat khas Rejang Pat Petulai.

Penjelasan mengenai alat musik tradisional disampaikan langsung oleh Carles Munandar selaku pelatih di Sanggar Tari Benuang Sakti. Ia memaparkan fungsi masing-masing alat serta perannya dalam mengiringi tarian adat, terutama Tari Kejei yang menjadi warisan budaya penting masyarakat Rejang.

Sementara itu, penjelasan terkait pencak silat dan perlengkapannya disampaikan oleh pelatih Pencak Silat Rejang Pat Petulai, Muhammad Dendi. Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi Rejang, terdapat istilah Tari Sewar dan Tari Kris, yang merupakan bagian dari seni bela diri yang ditarikan oleh para hulubalang atau pesilat. Dalam praktiknya, para pesilat mengenakan seragam hitam khas pencak silat dengan menggunakan senjata seperti sewar dan keris.

Para guru yang mendampingi, termasuk Asriyandi, S.Pd.I, juga aktif mengajukan berbagai pertanyaan untuk mewakili rasa ingin tahu siswa, terutama mengenai jenis-jenis senjata serta makna filosofis di balik gerakan dan perlengkapan dalam pencak silat budaya Rejang.

Kepala Sekolah Karidatul Aini, S.Pd., Gr., dalam kesempatan tersebut menyampaikan kesan dan apresiasi atas sambutan yang diberikan. Ia mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan kesempatan yang diberikan kepada pihak sekolah.

“Kami sangat berterima kasih atas sambutan hangat dari pihak Sekretariat Pencak Silat Rejang Pat Petulai. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa kami untuk mengenal lebih dekat peralatan musik tradisional dan perlengkapan pencak silat sebagai bagian dari budaya suku Rejang. Ini menjadi bekal penting bagi generasi penerus agar tetap mencintai dan melestarikan budaya daerah,” ungkapnya.

Di sisi lain, Ketua Umum sekaligus Tuan Guru Besar Pencak Silat Rejang Pat Petulai.Aminudin samad,turut memberikan pesan dan imbauan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, guru, dan pelaku pendidikan di bidang budaya.

Ia menegaskan bahwa perkembangan zaman memang tidak dapat dihindari, namun nilai-nilai budaya harus tetap dijaga keasliannya.

“Zaman boleh berubah, namun kita sebagai pendiri dan penggiat budaya, baik pencak silat maupun seni tari, harus tetap menjaga keaslian. Saat ini, kita sering melihat dalam pertunjukan budaya tidak seluruh alat musik tradisional ditampilkan, bahkan digantikan dengan alat musik modern. Hal ini sangat merugikan dan bisa dianggap melanggar nilai-nilai dalam berbudaya,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa penggunaan alat musik modern secara berlebihan dapat mengikis eksistensi alat musik tradisional, seolah-olah secara perlahan menghilangkan warisan budaya dari generasi penerus bangsa.

“Kepada para guru, siswa, dan masyarakat Rejang Lebong, mari kita bersama-sama menjaga, merawat, dan melestarikan budaya kita. Jangan sampai anak cucu kita hanya mengenal budaya dari cerita, tanpa pernah melihat dan mempelajarinya secara langsung. Budaya adalah jati diri kita,” tutupnya dengan penuh harap.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal kepada para siswa, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pelaku seni budaya di Kabupaten Rejang Lebong.(nz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed