Kebakaran hebat di Timbul Rejo, Balita 1 Tahun Tewas Terjebak di Dalam Rumah

Rejang Lebong – Publikpost.com – Peristiwa kebakaran hebat terjadi di Gang Rukun, Kelurahan Timbul Rejo, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Jumat (30/10/2026) sekitar pukul 04.30 WIB. Kebakaran yang menghanguskan satu unit rumah permanen milik warga tersebut menelan korban jiwa. Seorang balita berusia satu tahun bernama Meka ditemukan meninggal dunia di dalam rumah yang terbakar.

Kasi Humas Polres Rejang Lebong, AKP M. Hasan Basri, S.H., menyampaikan bahwa peristiwa kebakaran tersebut diketahui pertama kali oleh seorang warga sekitar yang hendak mengambil air wudu untuk melaksanakan salat Subuh.

“Sekitar pukul 04.30 WIB, saksi mencium bau terbakar. Setelah melihat ke arah rumah korban, ternyata api sudah membesar dari bagian belakang rumah, tepatnya di sekitar dapur,” jelasnya.

Melihat kejadian tersebut, saksi langsung berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar pun berdatangan dan berupaya memadamkan api secara manual. Warga juga sempat menggedor pintu rumah untuk membangunkan penghuni, tetapi tidak mendapat jawaban.

Saat warga berupaya mendobrak pintu rumah, seorang anak berusia sembilan tahun yang berada di dalam rumah berhasil keluar. Namun, warga belum mengetahui bahwa masih terdapat seorang balita yang tertidur di dalam kamar.

Warga kemudian menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Polres Rejang Lebong untuk meminta bantuan penanganan.

Menurut Hasan Basri, keluarga pemilik rumah tiba di lokasi ketika kebakaran masih berlangsung. Mereka langsung histeris setelah mengetahui bahwa Meka, balita berusia satu tahun, masih berada di dalam rumah yang dilalap api.

Petugas Damkar bersama warga dan anggota kepolisian kemudian melakukan upaya pemadaman. Dengan mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran, kobaran api akhirnya berhasil dijinakkan sekitar pukul 05.30 WIB.

“Setelah api berhasil dipadamkan, dilakukan pengecekan ke dalam rumah. Petugas menemukan seorang anak berusia satu tahun dalam kondisi meninggal dunia di bagian tengah rumah, tepatnya di dalam kamar korban,” ungkapnya.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi oleh anggota kepolisian bersama pihak keluarga untuk diserahkan kepada keluarga.

Lebih lanjut, Hasan Basri menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan awal saksi, api diduga berasal dari bagian belakang rumah atau area dapur. Sementara penyebab kebakaran untuk sementara diduga akibat korsleting listrik. Namun, penyebab pastinya masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Akibat kejadian tersebut, satu unit rumah permanen terbakar dengan estimasi kerugian materiel sekitar Rp150 juta. Dalam peristiwa ini terdapat satu korban meninggal dunia, yakni seorang balita berusia satu tahun,” tambahnya.

Pihak kepolisian telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi-saksi, melakukan pendataan, serta berkoordinasi dengan pihak terkait dalam penanganan peristiwa kebakaran tersebut.

Peristiwa tragis ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing. Pemeriksaan secara berkala diharapkan dapat mencegah potensi korsleting listrik yang bisa memicu kebakaran dan membahayakan keselamatan penghuni rumah.(nz).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *