Desa Rimbo Rencap Jadi Peserta Lombah Desa Wisata Nusantara Tahun 2023

Foto : Ibu-Ibu Pengiat UMKM Desa Rimbo Rencap

Publikpost.com – Rejang Lebong, Beberapa Desa di Kabupaten Rejang Lebong, tahun ini kembali dipersiapkan dalam ajang lombah desa wisata tingkat Nasional, salah satu pesertanya yaitu Desa Rimbo Rencap, mengigat Desa Rimbo rencap merupakan salah satu desa persawahan kabupaten Rejang lebong yang memiliki luas 125 Hektare.

Foto : Kerupuk Ganepo Kuliner Khas Desa Rimbo Rencap 

Terkait itu ketika di wawancarai awak media, Selasa (28/08/2023). Rahman Jasin Selaku ketua Bumdes Desa Rimbo Rencap dan didampingi oleh pendamping desa Yulisti Evitasari mengatakan, bahwa desa rimbo rencap mempunyai potensi objek wisata yang tak biasa, karena bukan air terjun ataupun danau, akan tetapi hamparan sawa hijau yang siap memanjakan mata para pengunjung.

“Ya kita saat ini lagi persiapan desa pariwisata, karena daerah kita merupakan salah satu daerah persawahan di kabupaten rejang lebong, dan saat ini masi dalam merintis,” Ujarnya

Dia juga menjelaskan dimana, desa rimbo rencap yang mempunya daya tarik pengunjung karena suasana persawahan banyak pengunjung yang datang untuk mengabadikan momen mereka, ada juga yang hanya untuk menikmati keindahan sawa yang hijau dan luas, Bukan hanya itu, didesa rimbo rencap juga terdapat makanan khas kuliner yang terbuat dari beras hasil panenan padi, yakni kerupuk Ganepo, Peyek kacang, Kembang goyang dan Renginang. Lanjutnya selain kuliner yang khas, didesa rimbo rencap, bagi kalian yang suka sejarah, disana juga terdapat wisata peninggalan prasejarah, yaitu makam atau peninggalan temanggung, serta wisata budidaya dan wisata Religi.

“Untuk kuliner kita punya makanan khas, yang tidak ada diproduksi ditempat lain, yaitu Kerupuk Ganepo, Ganepo sendiri dibuat oleh ibu-ibu yang tergabung dalam UMKM, yang Allhmdllah saat ini sudah banyak dipasarkan, selain itu desa kita juga punya sejarah yaitu makam temenggung yang bisa didalami dan dipelajari bagi yang suka sejarah, bukan hanya itu saja desa kita juga memiliki wisata budaya dan Religi” Akhirnya (nz).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *