Isu Miring Seret SMPN 1 Rejang Lebong, Zakaria Tegaskan Siswa Berkelahi 1 Vs 1 Gara-Gara Rubik Rusak, Bukan Pengeroyokan!

Rejang Lebong – Publikpost.com — Perselisihan dua siswa di SMP Negeri 1 Rejang Lebong menjadi perhatian setelah kabar dugaan perundungan atau bullying beredar di tengah masyarakat. Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Rejang Lebong, Zakaria Effendi, turun langsung ke sekolah untuk meminta penjelasan mengenai kronologi kejadian.

Dari hasil penelusuran dan keterangan yang diperoleh di lingkungan sekolah, Zakaria menjelaskan bahwa insiden tersebut, berdasarkan keterangan yang diterimanya, merupakan perkelahian antara dua siswa berinisial AF dan YY. Ia menyatakan, kejadian itu bukan pengeroyokan sebagaimana informasi yang beredar.

Menurut Zakaria, terdapat empat siswa lain di lokasi saat perkelahian berlangsung. Namun, berdasarkan keterangan para saksi, keempat siswa tersebut justru berupaya melerai kedua pihak yang terlibat perkelahian.

“Perkelahian antara AF dan YY tidak ada sama sekali pengeroyokan. Saat mereka berdua berkelahi, ada empat teman di lokasi yang memisahkan perkelahian antara mereka berdua,” ujarnya

Perselisihan tersebut disebut bermula dari persoalan sederhana, yakni sebuah mainan Rubik. Berdasarkan kronologi yang disampaikan, Rubik milik YY sebelumnya dipinjam oleh AF. Setelah dipinjam, mainan tersebut mengalami kerusakan sehingga memicu ketidakpuasan dan emosi di antara keduanya hingga berujung pada perkelahian.

Keterangan serupa juga disampaikan pihak sekolah. Guru pembina, Erdawani, menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud membela salah satu siswa. Sekolah berupaya memperoleh keterangan yang jujur mengenai kejadian tersebut agar persoalan yang terjadi tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Pihak sekolah melalui guru Bimbingan Konseling (BK), Santa, bersama guru pembina Erdawani, telah melakukan mediasi terhadap kedua siswa yang terlibat serta meminta keterangan dari empat saksi di lokasi. Kedua siswa tersebut dilaporkan telah didamaikan dan mendapatkan pembinaan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Zakaria menambahkan, pembinaan karakter dan pengawasan terhadap peserta didik perlu terus diperkuat di lingkungan sekolah. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengawasi pergaulan anak, sehingga konflik antarsiswa dapat dicegah sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa setiap informasi mengenai dugaan perundungan di lingkungan pendidikan perlu ditangani secara cermat. Klarifikasi dari pihak terkait, keterangan saksi, serta penanganan yang berpihak pada keselamatan dan kepentingan siswa menjadi bagian penting untuk memastikan persoalan diselesaikan secara tepat.(nz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *