Yayasan Karunia Insani Gandeng FISIP Universitas Bengkulu, Bangun Harapan Baru bagi Perempuan Penyintas Narkotika

Rejang Lebong – Publikpost.com – Komitmen Yayasan Karunia Insani dalam membina dan memulihkan korban penyalahgunaan narkotika kembali diwujudkan melalui kolaborasi dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, yayasan menghadirkan edukasi dan motivasi bagi perempuan yang tengah menjalani proses rehabilitasi agar mampu bangkit dan menata kembali masa depan.

Bertempat di Yayasan Karunia Insani Kabupaten Rejang Lebong, kegiatan mengusung tema “Meningkatkan Motivasi Diri Mencapai Makna Hidup untuk Pulih pada Korban Penyalahgunaan Narkotika Perempuan di Yayasan Karunia Insani Kabupaten Rejang Lebong.” Kegiatan ini menjadi bukti bahwa proses rehabilitasi tidak hanya berfokus pada penyembuhan fisik, tetapi juga penguatan mental, emosional, dan spiritual para warga binaan.

Ketua Yayasan Karunia Insani Pusat, Afriansyah, ICARA, mengatakan bahwa Yayasan Karunia Insani terus berkomitmen menjadi tempat pembinaan yang memberikan harapan baru bagi korban penyalahgunaan narkotika agar dapat kembali diterima di tengah masyarakat.

“Kami percaya setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua. Di Yayasan Karunia Insani, kami tidak hanya mendampingi proses rehabilitasi, tetapi juga membangun kembali rasa percaya diri, karakter, dan semangat hidup para warga binaan. Kami sangat mengapresiasi kehadiran tim FISIP Universitas Bengkulu yang telah memberikan motivasi dan ilmu yang sangat bermanfaat bagi mereka,” ujar Afriansyah.

Ia berharap sinergi antara lembaga rehabilitasi, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi menciptakan proses pemulihan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Syahrio Marta Hila, M.Sos., dosen Jurusan Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Bengkulu, selaku narasumber menjelaskan bahwa keberhasilan rehabilitasi sangat dipengaruhi oleh kemampuan penyintas dalam menemukan kembali makna hidup serta dukungan dari lingkungan sekitar.

“Pemulihan bukan hanya berhenti menggunakan narkotika, tetapi bagaimana seseorang mampu menemukan kembali tujuan hidupnya. Ketika mereka merasa dihargai, didukung, dan memiliki harapan, maka peluang untuk pulih secara utuh akan semakin besar,” jelas Syahrio.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi motivasi, diskusi, hingga berbagi pengalaman selama menjalani proses rehabilitasi. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para warga binaan untuk saling menguatkan dan menumbuhkan optimisme dalam menjalani kehidupan yang lebih baik.

Dengan adanya kolaborasi ini, Yayasan Karunia Insani kembali menegaskan perannya sebagai lembaga rehabilitasi yang tidak hanya fokus pada pemulihan dari ketergantungan narkotika, tetapi juga berupaya mengembalikan fungsi sosial para penyintas agar mampu hidup mandiri, produktif, dan kembali menjadi bagian dari masyarakat.(nz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed