KEPAHIANG, Publikpost.com– Sebuah insiden memilukan terjadi di Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, pada Kamis (14/08/2026). Seorang perempuan berinisial S-I (18), warga setempat yang berstatus janda, harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kepahiang dalam kondisi darurat setelah diduga menenggak cairan racun rumput.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi nekat tersebut diduga dipicu oleh perselisihan emosional antara korban dengan seorang pria berinisial H-K, warga Desa Limbur Baru, Kecamatan Muara Kemumu. Sebelum kejadian, keduanya dikabarkan terlibat cekcok hebat yang berkaitan dengan persoalan hubungan asmara.
Tak lama setelah pertengkaran tersebut, kondisi S-I memburuk secara drastis. Warga sekitar yang menyadari adanya kejanggalan segera memberikan pertolongan pertama dan membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Korban tiba di RSUD Kepahiang sekitar pukul 12.00 WIB dan langsung mendapatkan penanganan serius dari tim medis.
Dr. Yohana, dokter jaga RSUD Kepahiang, membenarkan adanya pasien tersebut yang resmi diterima pada pukul 13.05 WIB. Menurutnya, tindakan cepat warga sekitar sangat membantu dalam menyelamatkan nyawa korban.
“Dari hasil pemeriksaan awal dan penanganan intensif, kondisi pasien saat ini sudah stabil. Namun, ia masih harus menjalani observasi ketat oleh tim medis untuk memastikan tidak ada efek lanjutan dari racun yang tertelan,” ujar dr. Yohana kepada awak media, Kamis siang.
Hingga berita ini diturunkan, S-I masih berada di bawah pengawasan medis. Keluarga korban serta perangkat desa setempat telah hadir untuk mendampingi dan memberikan dukungan moral selama proses perawatan berlangsung.
Sementara itu, pihak Kepolisian Resort (Polres) Kepahiang masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut. Petugas sedang menggali kronologi lengkap untuk memastikan motif dan penyebab pasti hingga korban mengambil langkah ekstrem tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak menyelesaikan persoalan pribadi atau konflik asmara dengan cara-cara yang membahayakan nyawa. Kesehatan mental dan stabilitas emosi perlu dijaga, serta disarankan untuk mencari bantuan konseling atau mediasi keluarga ketika menghadapi tekanan psikologis yang berat. (Jajat)











