Kadisdik Provinsi Bengkulu Sampaikan Apresiasi Gubernur atas Terobosan Plt. Kepala SMKN 5 Kepahiang Bagikan 215 Sepatu Dan Baju Gratis

KEPAHIANG – Publikpost.com – Sebanyak 215 pasang sepatu gratis dibagikan kepada siswa baru kelas X SMK Negeri 5 Kepahiang dalam kegiatan yang berlangsung di Alep Venue SMKN 5 Kepahiang, Kamis (6/8/2026). Program ini menjadi yang pertama kali dilaksanakan di Provinsi Bengkulu dan seluruh pembiayaannya murni berasal dari donatur, tanpa menggunakan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Plt. Kepala SMKN 5 Kepahiang, Sangkut Susanti, S.Pd., M.Pd., sebagai bentuk kepedulian terhadap peserta didik sekaligus mendukung program “Bantu Rakyat” Pemerintah Provinsi Bengkulu. Bantuan diberikan kepada seluruh siswa baru agar dapat memulai tahun ajaran dengan lebih semangat dan percaya diri.

Mewakili Gubernur Bengkulu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu, H. Zulhendri, S.Sos., M.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif yang dilakukan SMKN 5 Kepahiang. Menurutnya, program pembagian sepatu gratis ini merupakan langkah positif yang patut dicontoh karena menjadi yang pertama kali digagas oleh Plt. Kepala SMKN 5 Kepahiang dengan menggandeng para donatur.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Plt. Kepala SMKN 5 Kepahiang beserta seluruh donatur yang telah menggagas program ini. Ini merupakan bentuk kepedulian nyata kepada peserta didik dan menjadi yang pertama kali dilakukan. Semoga kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Provinsi Bengkulu,” ujar H. Zulhendri, S.Sos., M.Pd.

Di sisi lain, H. Zulhendri, S.Sos., M.Pd., juga mengimbau seluruh kepala sekolah di Provinsi Bengkulu agar terus meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap peserta didik. Menurutnya, sekolah perlu memperkuat pendidikan karakter serta melakukan pengawasan secara berkala sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai perilaku yang dapat mengganggu proses pendidikan.

“Kami mengimbau seluruh satuan pendidikan agar meningkatkan pengawasan terhadap peserta didik. Sekolah dapat melakukan pembinaan dan pemeriksaan secara berkala, misalnya dua kali dalam seminggu, sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Peran guru, wali kelas, dan orang tua harus berjalan beriringan dalam membentuk karakter peserta didik,” tegasnya.

 

Sementara itu, Plt. Kepala SMKN 5 Kepahiang, Sangkut Susanti, S.Pd., M.Pd., mengatakan program pembagian sepatu gratis tersebut lahir dari semangat gotong royong dan kepedulian para donatur terhadap dunia pendidikan. Karena itu, bantuan yang diberikan sama sekali tidak menggunakan anggaran Dana BOS.

“Alhamdulillah, sebanyak 215 pasang sepatu berhasil kami salurkan kepada siswa baru. Seluruh bantuan ini murni berasal dari donatur tanpa menggunakan Dana BOS sedikit pun. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban orang tua sekaligus menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan meraih prestasi. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan bantuannya melalui SMKN 5 Kepahiang,” ungkap Sangkut Susanti.

Salah seorang siswa penerima bantuan, Riski Yufanita, mengaku sangat bersyukur atas bantuan sepatu yang diterimanya. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu dirinya dan keluarga dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah pada awal tahun ajaran baru.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Bengkulu, Bapak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu H. Zulhendri, S.Sos., M.Pd., para donatur, serta pihak SMKN 5 Kepahiang yang telah memberikan bantuan sepatu ini. Saya sangat senang dan bersyukur. Semoga kebaikan semua pihak dibalas oleh Allah SWT. Bantuan ini membuat saya semakin semangat untuk belajar dan meraih cita-cita,” ujar Riski Yufanita.

Kegiatan yang berlangsung di Alep Venue SMKN 5 Kepahiang tersebut disambut antusias oleh ratusan siswa, para guru, orang tua, serta tamu undangan. Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Provinsi Bengkulu untuk membangun kolaborasi dengan para donatur dalam membantu peserta didik yang membutuhkan, sehingga semakin banyak anak yang dapat merasakan manfaat nyata dari kepedulian bersama.(nz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *