Rejang lebong – publikpost.com – Suasana haru dan bahagia mewarnai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapas Kelas IIA Curup, Senin (17/8/2026). Sebanyak 360 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mendapatkan remisi, bahkan 6 di antaranya langsung menghirup udara bebas setelah memperoleh Remisi Umum (RU) II.

Pemberian remisi tersebut berlangsung di Lapangan Lapas Kelas IIA Curup dan dihadiri langsung oleh Plt Bupati Rejang Lebong Dr. H. Hendri Praja, S.STP., M.Si., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.
Dari total 360 WBP penerima remisi, sebanyak 347 orang mendapatkan Remisi Umum (RU) I. Sementara itu, 13 orang lainnya menerima Remisi Umum (RU) II.
Khusus penerima RU II, sebanyak 6 orang di antaranya langsung dinyatakan bebas setelah mendapatkan pengurangan masa pidana melalui remisi yang diberikan dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut.
Kalapas Kelas IIA Curup, Untung Cahyo Sidharto, A.Md.P., S.H., M.H., mengatakan bahwa pemberian remisi merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi negara kepada narapidana maupun anak binaan yang selama menjalani masa pidana menunjukkan perilaku baik.
Menurutnya, remisi diberikan kepada warga binaan yang menaati tata tertib serta aktif mengikuti berbagai program pembinaan yang diselenggarakan pihak Lapas.
“Pemberian remisi ini merupakan bentuk apresiasi negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku, menaati aturan dan aktif mengikuti program pembinaan selama menjalani masa pidana,” ujar Untung.
Ia menambahkan, pemberian remisi dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam sistem pemasyarakatan. Remisi diharapkan dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan mengikuti seluruh proses pembinaan dengan baik.
Yang mana dengan adanya pemberian remisi tersebut, diharapkan warga binaan yang memperoleh pengurangan masa pidana maupun yang langsung bebas dapat menjadikan momentum ini sebagai dorongan untuk kembali ke tengah masyarakat dan menjalani kehidupan yang lebih baik.(nz)










