Rejang Lebong – Publikpost – Pagi itu, Sabtu 29 November 2025, halaman SDN 04 Rejang Lebong terlihat lebih tenang dari biasanya. Tidak ada hiruk-pikuk siswa yang berlari-lari kecil atau suara riuh kelas yang sedang belajar. Namun di balik ketenangan tersebut, ada kabar penting bagi masa depan sekolah: seluruh proses revitalisasi gedung resmi selesai.

Di sudut bangunan baru yang catnya masih tampak segar, Kepala SDN 04, Yanti Supriyanti, berdiri sambil mengamati ruang-ruang kelas yang telah diperbaiki. Senyumnya merekah guratan lega tampak jelas di wajahnya.
“Alhamdulillah, revitalisasi selesai. Kami tinggal menunggu masa perawatan dan serah terima dari kementerian sebelum gedung ini dapat dipakai oleh siswa,” ujarnya.
Perjuangan di Tengah Hujan dan Tenggat Waktu
Revitalisasi tahun 2025 ini bukan sekadar memperbaiki bangunan. Ini adalah upaya mengembalikan kenyamanan belajar bagi ratusan siswa yang setiap hari menempati ruang kelas lama yang sudah menunjukkan usia. Enam ruang kelas diperbarui, toilet direhabilitasi, dan perpustakaan dirombak agar lebih layak dan fungsional.

Namun perjalanan menuju penyelesaian itu tidak sepenuhnya mulus. Hujan yang turun beberapa kali sempat menghambat sejumlah tahapan. Meski begitu, Yanti mengenang bagaimana para pekerja tetap bekerja dengan penuh strategi agar waktu tidak terbuang.
“Kekompakan tim sangat tercipta. Saat hujan, mereka cepat beradaptasi sehingga pekerjaan bisa terus berjalan.”
Tim pelaksana dari Kelurahan Banyumas disebut bekerja dengan koordinasi kuat, membuat setiap detail pekerjaan dapat diselesaikan dengan rapi dan tepat waktu. Dukungan anggaran dan ketersediaan material yang lancar juga mempercepat proses penyelesaian.

Di Balik Gedung Baru, Masalah Sanitasi Masih Menyisakan Pekerjaan Rumah
Meski bangunan baru telah berdiri dan memberi semangat baru, SDN 04 masih menyimpan satu persoalan besar: kekurangan toilet. Untuk 630 siswa, sekolah hanya memiliki tujuh unit toilet angka yang jauh dari cukup.
“Gedung sudah bagus dan memadai. Namun untuk toilet, kami sangat membutuhkan penambahan. Kenyamanan siswa tentu menjadi prioritas,” kata Yanti sambil menunjukkan lokasi toilet yang kini menjadi titik perhatian utama.
Kebutuhan tambahan sekitar 17 toilet dinilai mendesak, mengingat antrean panjang sering terjadi pada jam-jam istirahat.
Harapan untuk Masa Depan SDN 04
Bagi Yanti, revitalisasi ini merupakan langkah awal menuju lingkungan belajar yang lebih layak. Ia berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada selesainya program ini, tetapi juga merambah ke fasilitas sanitasi yang masih belum terpenuhi.
Di akhir percakapan, ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong yang telah mempercayakan SDN 04 untuk menerima program revitalisasi tahun 2025.
Ketika angin sore berhembus melewati dinding-dinding baru itu, satu harapan tampak begitu jelas: agar siswa-siswi SDN 04 Rejang Lebong segera menikmati ruang belajar yang lebih aman, nyaman, dan sehat tanpa lagi harus mengantre panjang hanya untuk menggunakan toilet.(nz)












