Tingkatkan Kualitas Lulusan Vokasi, AKREL Gelar FGD Relevansi Pembelajaran Teknologi Pembenihan Nila

Rejang Lebong – Publikpost.com – Akademi Komunitas Negeri (AKN) Rejang Lebong menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Peningkatan Relevansi Pembelajaran Teknologi Pembenihan Nila” dalam rangka Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri Vokasi Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Rich 88, Rejang Lebong, Kamis (18/6/2026), diikuti oleh 34 peserta yang terdiri dari mahasiswa, masyarakat, akademisi, alumni, serta mitra Pokdakan Sekar Wangi dan Pokdakan Lestari bersama para pemangku kepentingan di bidang perikanan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Direktur Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong beserta jajaran civitas akademika. FGD ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam meningkatkan kualitas pembelajaran vokasi agar lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi di sektor perikanan.

Hadir sebagai narasumber Wahyu Budi Wibowo, S.Pi., M.P, selaku Kasi Pengujian dan Dukungan Teknis BPBAT Jambi, serta Aryanto, S.P., M.P dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong. Kedua pemateri menyampaikan berbagai materi terkait teknologi pembenihan ikan nila, standar mutu benih, pengelolaan usaha perikanan, serta peluang pengembangan sektor budidaya ikan air tawar.

Dalam pemaparannya, Wahyu Budi Wibowo menegaskan pentingnya menyesuaikan proses pembelajaran dengan perkembangan teknologi yang ada di lapangan.

“Perguruan tinggi vokasi memiliki peran penting dalam mencetak tenaga terampil di bidang perikanan. Karena itu, materi pembelajaran harus terus disesuaikan dengan perkembangan teknologi pembenihan ikan nila agar lulusan memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri,” ujarnya.

Sementara itu, Aryanto menyampaikan bahwa potensi budidaya ikan nila di Kabupaten Rejang Lebong masih sangat besar dan membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten.

“Melalui kegiatan FGD ini, kami berharap terjalin sinergi yang lebih kuat antara dunia pendidikan dan sektor perikanan. Lulusan yang dihasilkan nantinya tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang siap diterapkan di lapangan,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa penguasaan teknologi pembenihan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas benih ikan nila.

“Ketersediaan benih yang berkualitas merupakan kunci keberhasilan usaha budidaya. Oleh karena itu, penguasaan teknologi pembenihan perlu menjadi perhatian dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi vokasi,” tambahnya.

Dalam diskusi yang berlangsung interaktif, para peserta yang berasal dari mahasiswa, masyarakat, akademisi, alumni, serta mitra Pokdakan Sekar Wangi dan Pokdakan Lestari diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta masukan terkait kebutuhan kompetensi yang harus dimiliki lulusan vokasi agar mampu bersaing dan menjawab kebutuhan industri perikanan saat ini.

Salah satu tindak lanjut dari kegiatan FGD tersebut adalah dilaksanakannya penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong (AKN Rejang Lebong), Program Studi Budidaya Perikanan Air Tawar AKN Rejang Lebong, dengan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Sekar Wangi dan Pokdakan Lestari. Kerja sama ini bertujuan memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pelaku usaha perikanan dalam pengembangan pembelajaran, praktik lapangan, peningkatan kompetensi mahasiswa, serta penerapan teknologi budidaya dan pembenihan ikan nila di masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dalam kegiatan tersebut, panitia juga menyerahkan sertifikat kepada seluruh peserta FGD. Penyerahan sertifikat dilakukan di akhir kegiatan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi peserta dalam memberikan masukan bagi pengembangan pembelajaran teknologi pembenihan nila di AKN Rejang Lebong.

Melalui kegiatan ini, AKN Rejang Lebong berharap dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan pelaku usaha perikanan dalam menyusun kurikulum yang adaptif serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap terjun ke dunia kerja.

FGD tersebut juga menjadi wadah untuk menyelaraskan proses pembelajaran dengan perkembangan teknologi pembenihan ikan nila yang terus mengalami kemajuan, sehingga lulusan yang dihasilkan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan sektor perikanan di Kabupaten Rejang Lebong maupun wilayah lainnya. (Nz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *