Lubuk Linggau – Publikpost.com – Pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di SD Negeri 73 Lubuk Linggau yang dikerjakan oleh Dinas Pendidikan Kota Lubuk Linggau menuai sorotan. Proyek yang diduga dibangun pada tahun 2024 tersebut hingga memasuki 2026 disebut-sebut belum juga diserahterimakan, sehingga fasilitas tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pihak sekolah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, bangunan MCK tersebut secara fisik telah berdiri.
Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan terkait proses serah terima dari pihak pelaksana kepada pihak sekolah. Kondisi tersebut membuat fasilitas yang seharusnya menunjang kebersihan dan kesehatan siswa menjadi belum dapat digunakan secara maksimal.
“Ya kami juga bingung bangunan ini sudah lama dari 2024, hingga sekarang 2026, tapi belum bisa digunakan, karena belum serah terima,” Ujar salah satu narasumber dilokasi.
Lebih mencurigakan lagi, dalam dokumen anggaran proyek disebutkan adanya alokasi dana untuk pembangunan sumur bor sebagai sumber air utama MCK.
Akan tetapi, berdasarkan pantauan di lokasi, sumur bor yang dimaksud tidak ditemukan, sehingga menimbulkan dugaan adanya ketidaksesuaian antara perencanaan anggaran dengan realisasi di lapangan.
Diketahui, pembangunan MCK tersebut menelan anggaran sebesar kurang lebih Rp220 juta. Dengan nilai anggaran yang cukup besar, masyarakat mempertanyakan transparansi serta kualitas pelaksanaan proyek yang dinilai belum memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekolah.
Sementara itu ketika di konfirmasi Kepala Dinas Pendidikan Lubuk Linggau, tidak ada jawaban, dan memilih bungkam.
Terkait hal itu sejumlah pihak berharap Pemerintah Kota Lubuk Linggau melalui instansi terkait segera melakukan evaluasi dan audit terhadap proyek tersebut. Jika ditemukan adanya indikasi pelanggaran, maka diharapkan aparat penegak hukum dapat turun tangan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Selain itu, pengawasan dari lembaga terkait seperti Inspektorat Kota Lubuk Linggau dinilai penting guna memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan.
Masyarakat dan pihak sekolah berharap proyek yang telah dibangun dengan anggaran ratusan juta rupiah tersebut segera dituntaskan dan diserahterimakan, sehingga fasilitas MCK dapat dimanfaatkan oleh siswa dan tenaga pendidik sebagaimana mestinya.(yt)












