Kuda-Kuda Atap Dipasang Tanpa K3, Konsultan Pengawas dan P2SP Dipertanyakan: Pengawasan Proyek Rp884 Juta ke Mana?

Nasional12 Dilihat

Rejang Lebong – Publikpost.com – Pelaksanaan revitalisasi SPS Literasi Qur’ani menuai sorotan. Saat pekerjaan pemasangan kuda-kuda atap berlangsung, konsultan pengawas dan P2SP disebut tidak berada di lokasi, sementara sejumlah pekerja terlihat melakukan pekerjaan di ketinggian tanpa perlengkapan keselamatan kerja yang memadai.

Berdasarkan dokumentasi awak media pada 1 September 2026 sekitar pukul 10.48 WIB, sejumlah pekerja terlihat berada di atas struktur bangunan saat mengangkat dan memasang rangka baja atap. Dalam aktivitas tersebut, pekerja terlihat tidak menggunakan helm keselamatan maupun perlengkapan pengaman tubuh yang memadai untuk pekerjaan di ketinggian.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan serius. Jika konsultan pengawas tidak berada di lokasi dan P2SP selaku pelaksana kegiatan juga tidak berada di tempat, lalu siapa yang memastikan pekerjaan berjalan sesuai gambar, spesifikasi teknis dan ketentuan keselamatan kerja?

Pemasangan kuda-kuda merupakan salah satu tahapan penting dalam pekerjaan konstruksi. Kesalahan pemasangan, sambungan, maupun posisi rangka berpotensi memengaruhi kekuatan dan keamanan bangunan.

Tak hanya mutu pekerjaan yang menjadi pertanyaan, aspek keselamatan pekerja juga patut mendapat perhatian. Pekerjaan di atas bangunan memiliki risiko jatuh dari ketinggian sehingga penerapan prosedur keselamatan dan penggunaan alat pelindung diri (APD) semestinya menjadi perhatian dalam pelaksanaan pekerjaan.

Proyek tersebut diketahui merupakan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026, dengan nilai bantuan sebesar Rp884.879.000. Pekerjaan mencakup pembangunan dua RKB, ruang administrasi, ruang UKS, serta penataan lingkungan dan sanitasi.

Dengan anggaran hampir Rp885 juta, kondisi di lapangan tersebut tentu patut mendapat perhatian. Publik berhak mengetahui apakah mekanisme pengawasan dan keselamatan kerja benar-benar dijalankan selama proses pembangunan berlangsung.

Upaya konfirmasi juga telah dilakukan awak media kepada Bram pihak konsultan pengawas terkait keberadaan mereka di lokasi saat pemasangan kuda-kuda serta mekanisme pengawasan pekerjaan.

Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak konsultan belum memberikan jawaban atau tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan awak media.

Lebih lanjut, awak media juga telah berupaya meminta penjelasan kepada Kabid PAUD, Annisa, mengenai pelaksanaan revitalisasi tersebut, termasuk terkait pengawasan dan penerapan keselamatan kerja di lapangan.

Namun, hingga berita ini ditayangkan, Annisa belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang telah disampaikan.

Sikap diam tersebut tentunya menjadi pertanyaan tersendiri, mengingat proyek menggunakan anggaran negara dengan nilai hampir Rp885 juta dan menyangkut pembangunan fasilitas pendidikan.

P2SP juga diharapkan memberikan penjelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab memastikan keselamatan pekerja selama kegiatan berlangsung, khususnya ketika pekerjaan dilakukan di atas struktur bangunan.

Awak media tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi konsultan pengawas, P2SP, pihak sekolah, Dinas Pendidikan, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi tersebut.

Sebab, pertanyaan sederhananya: ketika kuda-kuda atap dipasang dan pekerja berada di ketinggian tanpa perlengkapan K3 yang terlihat, sementara konsultan pengawas dan P2SP tidak berada di lokasi, siapa yang sebenarnya bertanggung jawab melakukan pengawasan. (Nz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *