Jelang Setahun Kepemimpinan, Bupati Rejang Lebong Paparkan Capaian Pembangunan dan Tantangan Daerah

Rejang Lebong – Publikpost – Menjelang satu tahun masa kepemimpinannya, Bupati Rejang Lebong H. Muhammad Fikri Tobari, S.E., M.A.P bersama Wakil Bupati menggelar kegiatan Sarasehan bertajuk “Jelang 1 Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong”. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus dialog bersama lintas pemangku kepentingan terkait capaian pembangunan dan arah kebijakan ke depan, yang mana kegiatan di gelar di rumah dinas bupati, Jum’at, (23/1/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Fikri menyampaikan bahwa selama satu tahun terakhir Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong terus berupaya menjalankan roda pemerintahan secara konsisten, menjaga stabilitas daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memastikan program prioritas tetap berjalan di tengah berbagai keterbatasan fiskal dan dinamika yang ada.

“Berbagai capaian telah kita raih bersama, baik dalam penguatan pelayanan dasar, pembangunan infrastruktur, maupun pemulihan ekonomi masyarakat,” ujar Bupati.

Salah satu indikator keberhasilan tersebut tercermin dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang naik dari 74,53 menjadi 75,87, serta penurunan angka kemiskinan dari 14,65 persen menjadi 11,71 persen.

SMA Unggul Garuda, Tonggak Sejarah Pendidikan Rejang Lebong
Di sektor pendidikan, Bupati menyoroti capaian strategis berupa ditetapkannya Desa Mojorejo, Kabupaten Rejang Lebong, sebagai lokasi pembangunan SMA Unggul Garuda, yang merupakan lokasi keempat se-Indonesia. Penetapan ini dinilai sebagai tonggak sejarah penting bagi dunia pendidikan daerah.

“Dari 20 kuota nasional, Rejang Lebong berhasil mendapatkannya. Ini bukan perjuangan mudah, dimulai dari pengajuan proposal hingga penyerahan sertifikat lahan kepada Wakil Menteri Kemendiktisaintek pada Desember 2025,” jelasnya.

Keberadaan SMA bertaraf internasional ini diharapkan membuka akses pendidikan berkualitas tinggi bagi putra-putri Rejang Lebong tanpa harus keluar daerah. Selain itu, kebijakan sekolah gratis terus diperkuat sebagai upaya pemerataan akses pendidikan.

Program Sosial dan Pembangunan Inklusif
Komitmen pemerintah daerah dalam pembangunan inklusif juga diwujudkan melalui Program Orang Tua Asuh bagi anak yatim piatu dan penyandang disabilitas. Hingga saat ini, tercatat 1.287 anak telah menerima manfaat dari program tersebut.

Di sektor pariwisata, Pemkab Rejang Lebong aktif mendorong kolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah lain. Salah satunya melalui audiensi dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta penandatanganan MoU pengembangan pariwisata antara Kota Bengkulu dan Kabupaten Rejang Lebong pada Agustus 2025.

Infrastruktur Dipercepat, Jalan dan Jembatan Kembali Fungsional
Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama selama setahun terakhir. Sejumlah ruas jalan strategis seperti Jalan Sukowati dan Jalan Sukaraja–Pasar Atas telah ditingkatkan kualitasnya. Selain itu, berbagai jalan kabupaten yang selama bertahun-tahun rusak kini telah diperbaiki, termasuk ruas Bengko, Warung Pojok, Kayu Manis, Pal 8, Air Meles Bawah, Kampung Delapan, hingga Lubuk Ubar.

Tak hanya jalan, Jembatan Talang Benih–Dusun Sawah dan Jembatan Duku Ulu kini kembali berfungsi normal. Di kawasan perkotaan, perbaikan sistem drainase di sejumlah titik juga berhasil mengurangi genangan dan banjir.

Bupati juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Bengkulu atas terealisasinya perbaikan Jalan Simpang Put–Kota Padang, Jalan Apur–Air Nau, serta Jembatan Derati, yang telah puluhan tahun tidak tersentuh pembangunan.

Prestasi Kesehatan dan Tantangan Fiskal
Dalam bidang kesehatan, Kabupaten Rejang Lebong mencatatkan kinerja gemilang dengan meraih peringkat ketiga terbaik se-Provinsi Bengkulu dalam percepatan penurunan stunting dengan skor 79,27. Selain itu, Rejang Lebong menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsi Bengkulu yang meraih penghargaan Swasti Saba Padapa (Kabupaten/Kota Sehat).

Meski demikian, Bupati mengakui masih terdapat tantangan serius, terutama terkait keterbatasan fiskal daerah, di mana belanja pegawai mencapai 57,5 persen dari total anggaran.

“Ini menjadi tantangan berat, namun kami akan terus berinovasi dan memperkuat sinergi dengan DPRD, dunia usaha, akademisi, serta seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Melalui forum sarasehan ini, Bupati Rejang Lebong membuka ruang seluas-luasnya terhadap kritik dan masukan konstruktif sebagai energi positif dalam menyempurnakan kebijakan pembangunan.

“Kebersamaan dan kolaborasi adalah kunci untuk mewujudkan Rejang Lebong yang bahagia dan istimewa,” pungkasnya.(nz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *