Rejang Lebong – Publikpost – Puluhan rumah warga di Desa Tabarenah, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, terancam longsor akibat pergeseran tanah (Terbis), Sedikitnya 20 rumah kini berada dalam kondisi mengkhawatirkan karena tidak adanya tembok penahan tebing.
Kepala Desa Tabarenah, Yushendri, mengatakan kondisi itu menimbulkan ketakutan warga yang setiap hari dihantui ancaman longsor. Ia menegaskan, masyarakat sangat berharap adanya bantuan dan solusi dari pemerintah daerah untuk mengatasi permasalahan tersebut.
“Saya sebagai perwakilan masyarakat memohon kepada pemerintah agar segera mencari solusi dari masalah tanah longsor yang dialami warga desa saat ini, mengingat longsor ini pernah terjadi pada 2017 lalu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yus Hendri menjelaskan, pergeseran tanah yang diakibatkan oleh intentitas air yang tinggi tersebut bahkan telah menggerus bagian dapur salah satu rumah warga hingga jatuh ke sungai. Mengingat rumah warga berdiri diatas tebing dialiran sungai air mundu, terkait itu Ia mengaku sudah melaporkan kondisi ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan bahkan sejumlah anggota DPRD Rejang Lebong sempat turun langsung meninjau lokasi.
“Berbagai upaya sudah saya lakukan, mulai dari pengajuan permohonan ke BPBD hingga menyampaikan usulan dalam musyawarah daerah di kantor camat Curup Utara,” tambahnya.
Tambahnya Namun, menurut informasi dari BPBD, upaya penanganan belum bisa segera direalisasikan karena masih menunggu kucuran dana hibah dari pemerintah pusat. Biaya pembangunan tembok penahan tebing dinilai cukup besar sehingga membutuhkan dukungan anggaran lebih lanjut.(nz)






