Perluas Wawasan Inovasi, Lapas Curup Ikuti Webinar Forum Bisnis Paten 2026

Rejang Lebong – Publikpost.com – Dalam upaya meningkatkan wawasan serta mendorong pengembangan inovasi, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup mengikuti Webinar Road to Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI) Tahun 2026 yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bengkulu secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (2/11/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Paten Penggerak Ekonomi Kerakyatan: Dari Inovasi Daerah Menuju Komersialisasi Nasional”. Webinar ini menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan pentingnya inovasi daerah serta perlindungan kekayaan intelektual melalui sistem paten.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai potensi inovasi daerah, pentingnya perlindungan hasil penemuan, hingga peluang pemanfaatan hasil invensi agar memiliki nilai ekonomi dan dapat dikembangkan secara lebih luas.

Selain itu, forum ini juga menjadi wadah untuk mempertemukan para inventor dengan kebutuhan dunia industri. Melalui pertemuan tersebut, diharapkan terbuka peluang kerja sama serta komersialisasi berbagai hasil inovasi yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

Keikutsertaan Lapas Kelas IIA Curup dalam webinar ini merupakan bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam memahami perkembangan inovasi dan pemanfaatan kekayaan intelektual.

Hal tersebut juga sejalan dengan upaya Lapas Curup dalam mengembangkan program pembinaan warga binaan yang tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga peningkatan keterampilan dan produktivitas.

Dengan mengikuti kegiatan ini, diharapkan wawasan mengenai inovasi dan perlindungan kekayaan intelektual dapat menjadi tambahan pengetahuan dalam mendorong program pembinaan yang lebih kreatif, produktif, serta memiliki nilai manfaat ekonomi.

Lapas Curup pun diharapkan terus berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pengembangan kapasitas sebagai bagian dari komitmen mendukung pembinaan warga binaan yang lebih berkualitas dan berdaya guna.(nz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *