Perguruan Pencak Silat Rejang Pat Petulai dan Sanggar Budaya Bagikan Takjil, Tanamkan Nilai budaya Akhlak di Bulan Ramadhan.

Rejang Lebong – Publikpost – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan ditunjukkan oleh organisasi budaya Perguruan Pencak Silat Rejang Pat Petulai bersama Sanggar Benuang Sakti dan Sanggar Tanah Serumpun Kabupaten Rejang Lebong. Kegiatan sosial berupa pembagian takjil kepada masyarakat ini dilaksanakan di depan Rumah Dinas Bupati Rejang Lebong, kawasan Sukowati, pada Sabtu sore.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Fatahul Arifin selaku Wakil Ketua Perguruan Pencak Silat Rejang Pat Petulai tersebut berlangsung penuh keakraban dan mendapat sambutan positif dari masyarakat yang melintas di lokasi. Puluhan anggota perguruan dan para generasi muda dari sanggar budaya tampak antusias membagikan takjil kepada pengendara dan warga sekitar menjelang waktu berbuka puasa.

Fatahul Arifin menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar berbagi makanan untuk berbuka puasa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai budaya, akhlak, dan kepedulian sosial kepada generasi muda.

Menurutnya, perguruan pencak silat dan sanggar budaya memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak-anak agar tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki budi pekerti yang baik serta menghormati budaya Rejang.

“Melalui kegiatan seperti ini kami ingin mendidik anak-anak agar mencintai budaya sendiri, berakhlak baik, menghormati orang tua, dan peduli terhadap sesama. Pencak silat bukan hanya soal bela diri, tetapi juga tentang adab, disiplin, dan menjaga warisan budaya leluhur,” ujar Fatahul Arifin.

Ia juga memberikan pesan kepada generasi muda agar tidak melupakan jati diri sebagai anak daerah yang memiliki budaya luhur.

“Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini mari kita perbanyak kebaikan. Jadilah generasi yang berilmu, berbudaya, dan berakhlak mulia. Jika kita menjaga adat dan budaya, maka identitas kita sebagai masyarakat Rejang akan tetap hidup dan dihormati,” tambahnya.
Kegiatan pembagian takjil tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian organisasi budaya kepada masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara perguruan pencak silat, sanggar budaya, dan warga Rejang Lebong.

Masyarakat yang menerima takjil pun mengapresiasi kegiatan tersebut karena selain membantu warga yang sedang menjalankan ibadah puasa, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa budaya dan nilai kebersamaan masih sangat dijunjung tinggi oleh generasi muda Rejang Lebong.(rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *